MAKALAH SOSIOLOGI
KATA
PENGANTAR
بسم
الله الرحمن الرحيم
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah Sosiologi
yang berjudul “Peranan Tim Dalam Olahraga”.
Sosiologi
merupakan mata kuliah yang membekali kita dengan wawasan dan ilmu pengetahuan,
salah satunya tentang kekuatan
kerja dalam Tim, yang berguna dan
bermanfaat bagi diri kita dan dengan mempelajari peranan tim dalam Olahraga kita mampu bekerjasama dengan baik
melalui Tim. Dengan menguasai materi mata kuliah sosiologi Olahraga ini, wawasan kita sebagai pengajar
dan pendidik akan meningkat.
Terima
kasih penulis ucapkan kepada Dosen pembimbing, mahasiswa-mahasiswi dan
pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam
penyusunan makalah ini.
Kami
sebagai penulis memohon maaf karena
makalah yang kami tulis masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu penulis
mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk kelengkapan makalah ini.harapan penulis semoga makalah ini dapat
bermanfaat dan berguna bagi kita semua,
Amin..
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Palembang, 02 Desember
2014
Kelompok
BAB
PENDAHULUAN
Salah
satu komponen penting dalam membangun sebuah teamwork yang baik adalah
adanya komunikasi yang efektif dalam tim tersebut. Komunikasi dapat memperkuat
ataupun memperlemah bahkan menghancurkan sebuah tim. Good communication can
build up a team, bad one can break it. Komunikasi yang baik dapat membangun
kekuatan sebuah tim, sedangkan komunikasi yang buruk dapat menghancurkannya.
Kapan
dan di mana pun orang bersama-sama, atau berada dalam kebersamaan untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan, itulah sebuah tim. Prioritas utama sebuah tim
apapun adalah untuk belajar berfungsi seefektif dan seefisien mungkin, sehingga
secara individu dan bersama-sama, anggota tim itu dapat meraih sasaran yang
tepat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat meraih kesuksesan tanpa
bekerjasama dengan orang lain.
- Apa tujuan kerja tim dalam olahraga ?
- Apa hakekat dari tim dalam olahraga ?
- Jelaskan hakekat dan ciri organisasi dalam tim ?
- Ingin mengetahui tentang dinamika tim dalam olahraga !
- Mengatahui tujuan suatu kerja tim dalam olahraga !
- Memperluas pengetahuan tentang hakekat dan ciri organisasi dalam tim olahraga !
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PeranTim Dalam Olahraga
1. Pengertian Tim Dalam Olahraga
Tim adalah suatu kelompok yang memiliki
keikatan dan intereaksi yang harmonis memacu terjadinya perubahan pertumbuhan
dan perkembangan pribadi maupun organisasi. Keikatan dan interaksi yang
harmonis tersebut muncul dalam wujud keterpaduan pola pikir (way of thinking),
pola emosi dan motivasi (way of feeling) dan pola tindak (way of
action) Prajudi Atmosodirdjo, 1989)
Di dalam sebuah tim atau dalam
olahraga beregu, terdapat interaksi antara anggota tim yang satu dengan yang
lainnya. Setiap anggota tim mempunyai kemampuan, sifat perilaku, keinginan,
masalah dan tugas yang berbeda beda. Interaksi ini menimbulkan terjadinya
sebuah dinamika tim sendiri. Sering dalam tim terjadi perbedaan pendapat,
perselisihan bahkan pertengkaran antar anggota. Tentunya hal ini dapat memberi
pengaruh negatif terhadap tim yang dapat mempengaruhi prestasi tim sendiri.
Oleh karena itu diperlukan kebersamaan, saling pengertian dan kerjasama dalam
tim agar terjadi iklim positif di dalam tubuh tim yang dapat menunjang
prestasi.
2. Dinamika
Dapat Dipengaruhi Oleh Beberapa Hal, Yaitu :
a. Kohesivitas
Tingkat
kohesivitas suatu tim dapat dilihat langsung dari perilaku para anggotanya.
Dalam proses pembentukan tim tampak intensitas keterlibatan atlet dalam
kegiatan tim, arahan pilihan atlet, nilai-nilai atau tradisi yang dianut oleh
tim dan sebagainya. Suatu tim olahraga yang dinamis biasanya hidup dan
menunjukkan vitalitas, interaksi, dan aktivitasnya. Vitalitas suatu tim
biasanya direfleksikan dalam banyak cara, kadang positif kadang negatif.
Demikian juga komitmen untuk mencapai tujuan tim baik jangka panjang maupun
jangka pendek terjadi berbagai variasi, kadang kuat kadang lemah.
b. Motivasi
anggotanya.
Motivasi merupakan salah satu kunci agar atlet
atau tim olahraga dapat berprestasi maksimal. Sedangkan kekompakan dapat
menjadi salah satu pendorong motivasi menjadi lebih besar. Motivasi juga
menyangkut masalah ketertarikan atlet sebagai tim terhadap kehidupan tim
sendiri, seperti dorongan menyatu dalam tim, semangat untuk mencapai tujuan
bersama, orientasi terhadap tim, dorongan untuk memenuhi kebutuhan dalam tim,
dan kerjasama dalam tim.
c. Struktur tim
Struktur tim terlihat pada bentuk-bentuk
pengelompokan, bentuk dan pola
hubungan sosial yang terjadi dalam tim khusus
untuk memahami pola hubungan sosial, perbedaaan kedudukan antar anggota tim,
pembagian tugas dan kewajiban, pekerjaan, wewenang dalam tim dan sebagainya.
d. Kepemimpinan dalam tim
Kepemimpinan dalam tim tercermin dalam gaya-gaya
kepemimpinan yang dianut atau dipraktekkan dalam tim, filosofis pemimpin,
pengambilan keputusan, pembagian tugas, dan wewenang dalam tim. Kepemimpinan
dalam tim sebagian besar atau seringkali dipegang oleh seorang pelatih atau
manjer dan kapten tim sendiri. Gaya kepemimpinan berpengaruh dalam dinamika tim
karena dapat menimbulkan reaksi yang beraneka ragam dalam tubuh tim atau setiap
anggotanya.
e. Perkembangan dalam tim
Perkembangan tim dapat menentukan kehidupan dan
dinamika tim selanjutnya, hal ini terlihat dari perubahan yang terjadi dalam
tim. Misalnya adalah senang tidaknya para pemain setelah bergabung di dalam
tim, perasaan betah dan kerasan dalam sebuah tim, perpecahan yang terjadi dalam
tim yang dapat meyebabkan bubarnya keutuhan sebuah tim.
Tim
adalah suatu kelompok yang memiliki keikatan dan intereaksi yang
harmonis
memacu terjadinya perubahan pertumbuhan dan perkembangan pribadi maupun
organisasi . Keikatan dan interaksi yang harmonis tersebut muncul dalam wujud
keterpaduan pola pikir (way of thinking), pola emosi dan motivasi (way
of feeling) dan pola tindak (way of action) Prajudi Atmosodirdjo,
1989). Adanya keterpaduan pola pikir, pola emosi, motivasi dan persepsi serta
pola tindak memudahkan terjadinya titik temu berbagai keinginan dan minat (interest)
ke dalam tujuan bersama (common goal). Masalah paling rawan dalam
organisasi adalah apabila keinginan dan minat individu dalam organisasi saling
berhadapan “Menang-kalah” yaitu munculnya banyak vested interest. Steven
Covey (1997) menemukan 7 kebiasaan atau habits yang perlu dimiliki oleh
individu yang ingin memiliki keefektifan yang tinggi :
1. Pro aktif,
2. Mendahulukan
yang utama,
3. Selalu memulai dengan tujuan akhir,
4.
Pendekatan menang-menang,
5. berusaha mengerti orang lain,
6. selalu menciptakan sinergi, keterpaduan dan kebersamaan serta
7. Selalu mengasah
dan mengembangkan diri baik fisik ,sosial maupun nilai
Belbin
(1991), mengatakan bahwa ciri atau kondisi organisasi juga merupakan faktor
dominan. Adapun ciri-ciri atau kondisi organisasi sebagai tim tidak akan
berhasil apabila :
1. Desain visi, misi dan strategi
perusahaan yang kurang imaginable, feasible,motivable, communicable.
2.
Moral atau semangat tim yang rendah,
3.
Konflik of interest pribadi merebak
4.
Kemampuan mental (intelegensia,
kreativitas) rendah;
5.
Seleksi yang kurang berhasil.
6.
Kepribadian yang dominan itrovert atau
ekstrovert;
7.
Komposisi susunan team yang tidak
efektif
8.
Ketidak jelasan peran tim dan
anggota-anggotannya.
9.
Tertutup untuk evaluasi
10. Pemberdayaan kurang
efektif.
·
Kekuatan
Kerja Tim
Team (tim) atau TEAM, bukanlah sekedar kata, melainkan juga merupakan
akronim untuk suatu kebenaran yang dahsyat, yaitu Together Everyone Achieve
More. Konsep dari tim ini terbentuk dari kata yang sering kita dengar
berulang kali, yaitu sinergi. Kata sinergi ini berasal dari bahasa Yunani
sunergos, ”sun” berarti bersama dan ”ergon” berarti bekerja. Sinergi berarti
interaksi dari dua individu atau lebih atau kekuatan yang memungkinkan
kombinasi tenaga mereka melebihi jumlah tenaga individu mereka.
Kerja tim adalah kemampuan untuk bekerja sama menuju
satu visi yang sama,
kemampuan mengarahkan pencapaian individu ke arah sasaran organisasi. Itulah
rangsangan yang memungkinkan orang biasa mencapai hasil yang luar biasa. Dalam
kajian perilaku organisasi (organizational behavior), terdapat
demonstrasi tentang bagaimana kerjasama dapat menghasilkan suatu hal yang luar
biasa. Beberapa orang disuruh untuk membentuk beberapa tim yang beranggotakan
lima orang, di mana setiap orang belum memiliki kemampuan untuk menganalisis
bidang kerjasama tim dengan baik. Setiap orang dalam kelompok diminta untuk
memberikan peringkat terhadap suatu hal berdasarkan urutan dari hal yang
dianggap paling penting, sampai tidak penting. Setelah itu setiap pendapat dari setiap orang
digabungkan untuk mendapatkan rata-rata peringkat untuk setiap kelompok. Apa
yang terjadi? Kesimpulan rata-rata kelompok mendekati jawaban yang telah
diberikan. Bahkan apabila hasil dari setiap kelompok disatukan dan diambil
rata-ratanya, maka penilaian dari setiap kelompok hampir sama dengan penilaian
para ahli di bidang tersebut.
Demonstrasi nyata lain mengenai prinsip sinergi
dapat kita lihat pula dalam kontes kuda penghela dalam kontes kuda penghela di
suatu pekan raya kota. Kuda juara dalam kontes tersebut mampu menghela gerobak
seberat 2.250 kilogram. Juara kedua sanggup menarik beban sebesar 2.000
kilogram. Dalam teori, berarti kedua kuda tersebut secara bersama-sama harus
mampu menggerakkan maksimum 4.250 kilogram. Untuk uji coba teori tersebut,
pemilik kedua kuda memadukan kedua kuda dan membebaninya dengan gerobak. Semua
orang yang melihat terperangah. Kedua kuda tersebut mampu menarik beban seberat
6.000 kilogram, atau 1.750 kilogram lebih berat dibanding jumlah upaya yang
mampu mereka lakukan sendiri-sendiri. Sinergi dapat dipakai untuk menyatukan
tenaga individu, menutup keterbatasan individu, untuk menggandakan upaya
individu, supaya sasaran yang lebih banyak dan lebih besar dapat dicapai.
·
Membangun
Tim Yang Efektif
Bagaimana
membangun tim yang efektif, tim yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap
organisasi? Jawabannya adalah apa manfaat membangun tim yang efektif? Robert B.
Maddux dalam bukunya Team Building mengatakan bahwa manfaat membangun tim yang
efektif adalah sebagai berikut:
1. Dengan adanya tim maka
sasaran yang realistis ditentukan, dan dan dapat dicapai secara optimal
2. Anggota tim dan
pemimpin tim memiliki komitmen untuk saling mendukung satu sama lain agar tim
berhasil.
3. Anggota tim memahami
prioritas anggota lainnya dan dapat saling membantu satu sama lain.
4. Komunikasi bersifat terbuka, diskusi
cara kerja baru atau memperbaiki kinerja lebih berjalan secara baik, karena
anggota tim terdorong untuk lebih memikirkan permasalahannya.
5. Pemecahan masalah lebih efektif karena
kemampuan tim lebih memadai.
6. Umpan balik kinerja lebih memadai karena
anggota tim mengetahui apa yang diharapkan dan dapat membandingkan kinerja
mereka terhadap sasaran tim.
7. Konflik diterima sebagai hal yang wajar,
dan dianggap sebagai kesempatan untuk menyelesaikan masalah. Melalui diskusi
tersebut konflik bisa diselesaikan secara maksimal.
8. Keseimbangan tercapainya produktivitas
tim dengan pemenuhan kebutuhan pribadi.
9. Tim dihargai atas hasil yang sangat
baik, dan setiap anggota dipuji atas kontribusi pribadinya.
10. Anggota kelompok termotivasi untuk
mengeluarkan ide-idenya dan mengujinya serta menularkan dan mengembangkan
potensi dirinya secara maksimal.
11. Anggota kelompok menyadari pentingnya
disiplin sebagai kebiasaan kerja dan menyesuaikan perilakunya untuk mencapai
standar kelompok.
12. Anggota kelompok lebih berprestasi dalam
bekerjasama dengan tim dan tim lainnya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
banyak keuntungan bekerja dalam tim dibandingkan dengan kerja individu, oleh
karena itu sangat disarankan untuk bekerja dalam tim agar hasilnya lebih
maksimal. Selanjutnya apakah sebenarnya ciri-ciri tim yang efektif, Wandi. S.
Barata dan Pius M. Sumaktoyo dalam bukunya Mencapai Sasaran melalui Kerjasam
Tim, adalah:
1. Tim merupakan kumpulan
orang-orang yang bekerja sama dengan tujuan tertentu, demi mencapai sasaran-sasaran
yang jelas dengan diketahui oleh semua angta tim dalam suasana saling
mempercayai dan penuh percaya diri serta mengutamakan unjuk kerja.
2. Dalam suatu tim yang efektif anggota
kelompok bersedia menerima berbagai perbedaan dan sumbangan pemikiran serta
masing-masing individu memiliki peran yang berbeda-beda.
3. Pemecahan masalah dilaksanakan secara
positif tanpa melibatkan kebencian individu.
4. Para anggota dan pemimpin tim bersedia
berbagi ilmu, pengetahuan, informasi dan ketrampilan agar seluruh tim memiliki
kemampuan yang sama. Dalam hal ini tidk trjadi penonjolan pribadi.
5. Apabila terjadi pendapat mereka akan
duduk bersama dan memecahkan permasalahan yang akan dengan kepala dingin dan
memecahkan masalah secara terbuka.
6. Pembagian dan pendelegasian tanggungjawab
dengan orang-orang yang bekerja secara mandiri tetapi tetap dalam kerangka
kerjasama.
7. Berbagai saran untuk memperbaiki kinerja
organisasi diterima dengan baik, walaupun berasal dari anggota tim yang lain.
8. Seluruh anggota tim tidak ragu-ragu
mengambil inisiatif dan tindakan yang diperlukan, tanpa merasa cemas akan suara
menentang.
·
Komunikasi dalam Tim
Untuk
dapat membangun kerjasama dalam sebuah tim, diperlukan komunikasi
antaranggotanya agar tujuan bersama dapat tercapai. Pernahakan kita membayangkan
apa yang terjadi dalam suatu tim apabila setiap anggota tim tidak dapat
berkomunikasi dengan baik dengan anggota tim lainnya? Seberapa pun hebatnya
kemampuan individu dalam suatu tim, mereka tidak akan ada gunanya apabila tidak
dapat berkomunikasi antara yang satu dengan lainnya. Mereka hanya akan menjadi
sebuah kelompok yang tidak tahu ke mana arah yang akan dituju. Keahlian mereka
akan menjadi sia-sia apabila mereka tidak dapat mengkomunikasikannya dengan
orang lain. Seperti yang telah dikatakan oleh William Shakespeare ”No man is
lord of anything, though in and of him there be much consisting, till he
communicate his part to other.”
Contoh
nyata yang sering kita lihat adalah pada pertandingan sepak bola.
Sering kali
pada pertandingan sepak bola, di mana terdapat suatu tim yang bertabur bintang
dengan skil individu yang tinggi kalah oleh sebuah tim yang berisikan pemain
dengan kemampuan skill individu yang tidak begitu menonjol. Apa yang
menyebabkan tim tersebut dapat menang? Komunikasi yang baik dan saling
pengertian antarpemain dalam tim tersebutlah yang menyebabkan tim yang diisi
oleh pemain yang memiliki skill rata-rata dapat berubah menjadi tim yang hebat
dan menakutkan. Hal ini telah diakui oleh pelatih sepak bola manapun di dunia
ini. Mereka mengakui bahwa kemampuan individu merupakan hal yang penting,
tetapi ada hal yang lebih penting dalam suatu tim sepakbola; yaitu kerjasama
tim, kesadaran akan tugasnya masing-masing dan saling pengertian antarpemain
tim tersebut.
Demikianlah apabila
kita cermati dengan seksama bahwa komunikasi
efektif dalam tim pada hakekatnya
adalah proses komunikasi yang efektif dalam berbagai dimensi organisai. Tim
akan memberikan kontribusi yang besar terhadap organisasi apabila didukung oleh
komunikasi yang efektif pada setiap elemen organisasi. Komunikasi tidak bisa
efektif apabila tidak didukung oleh tim yang efektif.
BAB III
PENUTUP
Dalam
cabang olahraga, terutama cabang beregu terdapat dinamika tim yang terjadi
antar anggota tim. Dinamika tim dapat diartikan adanya sebuah tingkah laku
salah satu anggota sebuah tim yang dapat secara langsung mempengaruhi anggota
yang lain secara timbal balik. Di dalam dinamika tim terdapat interaksi,
interpedensi serta hubungan langsung antara anggota yang satu dengan yang lain
yang akan saling mempengaruhi.
Dalam olahraga sering kita kenal
istilah tim. Tim adalah Sekelompok kecil orang dengan keterampilan yang saling
melengkapi yang berkomitmen untuk maksud dan tujuan bersama (common purpose),
menghasilkan tujuan-tujuan, dan pendekatan bersama dimana mereka mengikatkan
diri dalam kebersamaan tanggung jawab (mutually accountable).
DAFTAR PUSTAKA










