This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 31 Agustus 2017

PERANAN TIM DALAM OLAHRAGA


MAKALAH SOSIOLOGI




KATA PENGANTAR

بسم الله الرحمن الرحيم
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah Sosiologi  yang  berjudul  “Peranan Tim Dalam Olahraga”.
Sosiologi merupakan mata kuliah yang membekali kita dengan wawasan dan ilmu pengetahuan, salah satunya  tentang  kekuatan kerja dalam Tim,  yang berguna dan bermanfaat bagi diri kita dan dengan mempelajari peranan tim dalam  Olahraga kita mampu bekerjasama dengan baik melalui Tim. Dengan menguasai materi mata kuliah sosiologi Olahraga ini, wawasan kita sebagai pengajar dan  pendidik akan meningkat.
Terima kasih penulis ucapkan kepada Dosen pembimbing, mahasiswa-mahasiswi dan pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam penyusunan  makalah ini.
Kami sebagai penulis memohon maaf  karena makalah yang kami tulis masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak  untuk kelengkapan makalah ini.harapan  penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat  dan berguna bagi kita semua, Amin..
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 Palembang, 02 Desember  2014


Kelompok  



BAB 
PENDAHULUAN
     Salah satu komponen penting dalam membangun sebuah teamwork yang baik adalah adanya komunikasi yang efektif dalam tim tersebut. Komunikasi dapat memperkuat ataupun memperlemah bahkan menghancurkan sebuah tim. Good communication can build up a team, bad one can break it. Komunikasi yang baik dapat membangun kekuatan sebuah tim, sedangkan komunikasi yang buruk dapat menghancurkannya.
     Kapan dan di mana pun orang bersama-sama, atau berada dalam kebersamaan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, itulah sebuah tim. Prioritas utama sebuah tim apapun adalah untuk belajar berfungsi seefektif dan seefisien mungkin, sehingga secara individu dan bersama-sama, anggota tim itu dapat meraih sasaran yang tepat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat meraih kesuksesan tanpa bekerjasama dengan orang lain.

  1. Apa tujuan  kerja tim dalam olahraga ?
  2. Apa hakekat dari tim dalam olahraga ?
  3. Jelaskan hakekat dan ciri organisasi dalam tim ?
  1. Ingin mengetahui tentang dinamika tim dalam olahraga !
  2. Mengatahui tujuan suatu kerja tim dalam olahraga !
  3. Memperluas pengetahuan tentang hakekat dan ciri organisasi dalam tim olahraga !



BAB II
PEMBAHASAN

A.  PeranTim Dalam Olahraga

1. Pengertian Tim Dalam Olahraga


     Tim adalah suatu kelompok yang memiliki keikatan dan intereaksi yang harmonis memacu terjadinya perubahan pertumbuhan dan perkembangan pribadi maupun organisasi. Keikatan dan interaksi yang harmonis tersebut muncul dalam wujud keterpaduan pola pikir (way of thinking), pola emosi dan motivasi (way of feeling) dan pola tindak (way of action) Prajudi Atmosodirdjo, 1989)
     Di dalam sebuah tim atau dalam olahraga beregu, terdapat interaksi antara anggota tim yang satu dengan yang lainnya. Setiap anggota tim mempunyai kemampuan, sifat perilaku, keinginan, masalah dan tugas yang berbeda beda. Interaksi ini menimbulkan terjadinya sebuah dinamika tim sendiri. Sering dalam tim terjadi perbedaan pendapat, perselisihan bahkan pertengkaran antar anggota. Tentunya hal ini dapat memberi pengaruh negatif terhadap tim yang dapat mempengaruhi prestasi tim sendiri. Oleh karena itu diperlukan kebersamaan, saling pengertian dan kerjasama dalam tim agar terjadi iklim positif di dalam tubuh tim yang dapat menunjang prestasi.

2. Dinamika Dapat Dipengaruhi Oleh Beberapa Hal, Yaitu :

a. Kohesivitas
     Tingkat kohesivitas suatu tim dapat dilihat langsung dari perilaku para anggotanya. Dalam proses pembentukan tim tampak intensitas keterlibatan atlet dalam kegiatan tim, arahan pilihan atlet, nilai-nilai atau tradisi yang dianut oleh tim dan sebagainya. Suatu tim olahraga yang dinamis biasanya hidup dan menunjukkan vitalitas, interaksi, dan aktivitasnya. Vitalitas suatu tim biasanya direfleksikan dalam banyak cara, kadang positif kadang negatif. Demikian juga komitmen untuk mencapai tujuan tim baik jangka panjang maupun jangka pendek terjadi berbagai variasi, kadang kuat kadang lemah.

b. Motivasi anggotanya.
     Motivasi merupakan salah satu kunci agar atlet atau tim olahraga dapat berprestasi maksimal. Sedangkan kekompakan dapat menjadi salah satu pendorong motivasi menjadi lebih besar. Motivasi juga menyangkut masalah ketertarikan atlet sebagai tim terhadap kehidupan tim sendiri, seperti dorongan menyatu dalam tim, semangat untuk mencapai tujuan bersama, orientasi terhadap tim, dorongan untuk memenuhi kebutuhan dalam tim, dan kerjasama dalam tim.

c. Struktur tim
     Struktur tim terlihat pada bentuk-bentuk pengelompokan, bentuk dan pola 
hubungan sosial yang terjadi dalam tim khusus untuk memahami pola hubungan sosial, perbedaaan kedudukan antar anggota tim, pembagian tugas dan kewajiban, pekerjaan, wewenang dalam tim dan sebagainya.

d. Kepemimpinan dalam tim
     Kepemimpinan dalam tim tercermin dalam gaya-gaya kepemimpinan yang dianut atau dipraktekkan dalam tim, filosofis pemimpin, pengambilan keputusan, pembagian tugas, dan wewenang dalam tim. Kepemimpinan dalam tim sebagian besar atau seringkali dipegang oleh seorang pelatih atau manjer dan kapten tim sendiri. Gaya kepemimpinan berpengaruh dalam dinamika tim karena dapat menimbulkan reaksi yang beraneka ragam dalam tubuh tim atau setiap anggotanya.

e. Perkembangan dalam tim
     Perkembangan tim dapat menentukan kehidupan dan dinamika tim selanjutnya, hal ini terlihat dari perubahan yang terjadi dalam tim. Misalnya adalah senang tidaknya para pemain setelah bergabung di dalam tim, perasaan betah dan kerasan dalam sebuah tim, perpecahan yang terjadi dalam tim yang dapat meyebabkan bubarnya keutuhan sebuah tim.



     Tim adalah suatu kelompok yang memiliki keikatan dan intereaksi yang
harmonis memacu terjadinya perubahan pertumbuhan dan perkembangan pribadi maupun organisasi . Keikatan dan interaksi yang harmonis tersebut muncul dalam wujud keterpaduan pola pikir (way of thinking), pola emosi dan motivasi (way of feeling) dan pola tindak (way of action) Prajudi Atmosodirdjo, 1989). Adanya keterpaduan pola pikir, pola emosi, motivasi dan persepsi serta pola tindak memudahkan terjadinya titik temu berbagai keinginan dan minat (interest) ke dalam tujuan bersama (common goal). Masalah paling rawan dalam organisasi adalah apabila keinginan dan minat individu dalam organisasi saling berhadapan “Menang-kalah” yaitu munculnya banyak vested interest. Steven Covey (1997) menemukan 7 kebiasaan atau habits yang perlu dimiliki oleh individu yang ingin memiliki keefektifan yang tinggi :
1. Pro aktif,
2. Mendahulukan yang utama,
3. Selalu memulai dengan tujuan akhir,
4. Pendekatan menang-menang,
5. berusaha mengerti orang lain,
6. selalu menciptakan sinergi, keterpaduan dan kebersamaan serta
7. Selalu mengasah dan mengembangkan diri baik fisik ,sosial maupun nilai

     Belbin (1991), mengatakan bahwa ciri atau kondisi organisasi juga merupakan faktor dominan. Adapun ciri-ciri atau kondisi organisasi sebagai tim tidak akan berhasil apabila :
1. Desain visi, misi dan strategi perusahaan yang kurang imaginable, feasible,motivable, communicable.
2.     Moral atau semangat tim yang rendah,
3.     Konflik of interest pribadi merebak
4.     Kemampuan mental (intelegensia, kreativitas) rendah;
5.     Seleksi yang kurang berhasil.
6.     Kepribadian yang dominan itrovert atau ekstrovert;
7.     Komposisi susunan team yang tidak efektif
8.     Ketidak jelasan peran tim dan anggota-anggotannya.
9.     Tertutup untuk evaluasi
10. Pemberdayaan kurang efektif.

 ·        Kekuatan Kerja Tim
Team (tim) atau TEAM, bukanlah sekedar kata, melainkan juga merupakan akronim untuk suatu kebenaran yang dahsyat, yaitu Together Everyone Achieve More. Konsep dari tim ini terbentuk dari kata yang sering kita dengar berulang kali, yaitu sinergi. Kata sinergi ini berasal dari bahasa Yunani sunergos, ”sun” berarti bersama dan ”ergon” berarti bekerja. Sinergi berarti interaksi dari dua individu atau lebih atau kekuatan yang memungkinkan kombinasi tenaga mereka melebihi jumlah tenaga individu mereka.
Kerja tim adalah kemampuan untuk bekerja sama menuju satu visi yang sama, kemampuan mengarahkan pencapaian individu ke arah sasaran organisasi. Itulah rangsangan yang memungkinkan orang biasa mencapai hasil yang luar biasa. Dalam kajian perilaku organisasi (organizational behavior), terdapat demonstrasi tentang bagaimana kerjasama dapat menghasilkan suatu hal yang luar biasa. Beberapa orang disuruh untuk membentuk beberapa tim yang beranggotakan lima orang, di mana setiap orang belum memiliki kemampuan untuk menganalisis bidang kerjasama tim dengan baik. Setiap orang dalam kelompok diminta untuk memberikan peringkat terhadap suatu hal berdasarkan urutan dari hal yang dianggap paling penting, sampai tidak penting. Setelah itu setiap pendapat dari setiap orang digabungkan untuk mendapatkan rata-rata peringkat untuk setiap kelompok. Apa yang terjadi? Kesimpulan rata-rata kelompok mendekati jawaban yang telah diberikan. Bahkan apabila hasil dari setiap kelompok disatukan dan diambil rata-ratanya, maka penilaian dari setiap kelompok hampir sama dengan penilaian para ahli di bidang tersebut.
Demonstrasi nyata lain mengenai prinsip sinergi dapat kita lihat pula dalam kontes kuda penghela dalam kontes kuda penghela di suatu pekan raya kota. Kuda juara dalam kontes tersebut mampu menghela gerobak seberat 2.250 kilogram. Juara kedua sanggup menarik beban sebesar 2.000 kilogram. Dalam teori, berarti kedua kuda tersebut secara bersama-sama harus mampu menggerakkan maksimum 4.250 kilogram. Untuk uji coba teori tersebut, pemilik kedua kuda memadukan kedua kuda dan membebaninya dengan gerobak. Semua orang yang melihat terperangah. Kedua kuda tersebut mampu menarik beban seberat 6.000 kilogram, atau 1.750 kilogram lebih berat dibanding jumlah upaya yang mampu mereka lakukan sendiri-sendiri. Sinergi dapat dipakai untuk menyatukan tenaga individu, menutup keterbatasan individu, untuk menggandakan upaya individu, supaya sasaran yang lebih banyak dan lebih besar dapat dicapai.

·        Membangun Tim Yang Efektif
Bagaimana membangun tim yang efektif, tim yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap organisasi? Jawabannya adalah apa manfaat membangun tim yang efektif? Robert B. Maddux dalam bukunya Team Building mengatakan bahwa manfaat membangun tim yang efektif adalah sebagai berikut:
1. Dengan adanya tim maka sasaran yang realistis ditentukan, dan dan dapat dicapai secara optimal
2. Anggota tim dan pemimpin tim memiliki komitmen untuk saling mendukung satu sama lain agar tim berhasil.
3. Anggota tim memahami prioritas anggota lainnya dan dapat saling membantu satu sama lain.
4. Komunikasi bersifat terbuka, diskusi cara kerja baru atau memperbaiki kinerja lebih berjalan secara baik, karena anggota tim terdorong untuk lebih memikirkan permasalahannya.
5. Pemecahan masalah lebih efektif karena kemampuan tim lebih memadai.
6. Umpan balik kinerja lebih memadai karena anggota tim mengetahui apa yang diharapkan dan dapat membandingkan kinerja mereka terhadap sasaran tim.
7. Konflik diterima sebagai hal yang wajar, dan dianggap sebagai kesempatan untuk menyelesaikan masalah. Melalui diskusi tersebut konflik bisa diselesaikan secara maksimal.
8. Keseimbangan tercapainya produktivitas tim dengan pemenuhan kebutuhan pribadi.
9. Tim dihargai atas hasil yang sangat baik, dan setiap anggota dipuji atas kontribusi pribadinya.
10. Anggota kelompok termotivasi untuk mengeluarkan ide-idenya dan mengujinya serta menularkan dan mengembangkan potensi dirinya secara maksimal.
11. Anggota kelompok menyadari pentingnya disiplin sebagai kebiasaan kerja dan menyesuaikan perilakunya untuk mencapai standar kelompok.
12. Anggota kelompok lebih berprestasi dalam bekerjasama dengan tim dan tim lainnya.

     Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa banyak keuntungan bekerja dalam tim dibandingkan dengan kerja individu, oleh karena itu sangat disarankan untuk bekerja dalam tim agar hasilnya lebih maksimal. Selanjutnya apakah sebenarnya ciri-ciri tim yang efektif, Wandi. S. Barata dan Pius M. Sumaktoyo dalam bukunya Mencapai Sasaran melalui Kerjasam Tim, adalah:

1. Tim merupakan kumpulan orang-orang yang bekerja sama dengan tujuan tertentu, demi mencapai sasaran-sasaran yang jelas dengan diketahui oleh semua angta tim dalam suasana saling mempercayai dan penuh percaya diri serta mengutamakan unjuk kerja.
2. Dalam suatu tim yang efektif anggota kelompok bersedia menerima berbagai perbedaan dan sumbangan pemikiran serta masing-masing individu memiliki peran yang berbeda-beda.
3. Pemecahan masalah dilaksanakan secara positif tanpa melibatkan kebencian individu.
4. Para anggota dan pemimpin tim bersedia berbagi ilmu, pengetahuan, informasi dan ketrampilan agar seluruh tim memiliki kemampuan yang sama. Dalam hal ini tidk trjadi penonjolan pribadi.
5. Apabila terjadi pendapat mereka akan duduk bersama dan memecahkan permasalahan yang akan dengan kepala dingin dan memecahkan masalah secara terbuka.
6. Pembagian dan pendelegasian tanggungjawab dengan orang-orang yang bekerja secara mandiri tetapi tetap dalam kerangka kerjasama.
7. Berbagai saran untuk memperbaiki kinerja organisasi diterima dengan baik, walaupun berasal dari anggota tim yang lain.
8. Seluruh anggota tim tidak ragu-ragu mengambil inisiatif dan tindakan yang diperlukan, tanpa merasa cemas akan suara menentang.

·        Komunikasi dalam Tim
     Untuk dapat membangun kerjasama dalam sebuah tim, diperlukan komunikasi antaranggotanya agar tujuan bersama dapat tercapai. Pernahakan kita membayangkan apa yang terjadi dalam suatu tim apabila setiap anggota tim tidak dapat berkomunikasi dengan baik dengan anggota tim lainnya? Seberapa pun hebatnya kemampuan individu dalam suatu tim, mereka tidak akan ada gunanya apabila tidak dapat berkomunikasi antara yang satu dengan lainnya. Mereka hanya akan menjadi sebuah kelompok yang tidak tahu ke mana arah yang akan dituju. Keahlian mereka akan menjadi sia-sia apabila mereka tidak dapat mengkomunikasikannya dengan orang lain. Seperti yang telah dikatakan oleh William Shakespeare ”No man is lord of anything, though in and of him there be much consisting, till he communicate his part to other.”
     Contoh nyata yang sering kita lihat adalah pada pertandingan sepak bola.
Sering kali pada pertandingan sepak bola, di mana terdapat suatu tim yang bertabur bintang dengan skil individu yang tinggi kalah oleh sebuah tim yang berisikan pemain dengan kemampuan skill individu yang tidak begitu menonjol. Apa yang menyebabkan tim tersebut dapat menang? Komunikasi yang baik dan saling pengertian antarpemain dalam tim tersebutlah yang menyebabkan tim yang diisi oleh pemain yang memiliki skill rata-rata dapat berubah menjadi tim yang hebat dan menakutkan. Hal ini telah diakui oleh pelatih sepak bola manapun di dunia ini. Mereka mengakui bahwa kemampuan individu merupakan hal yang penting, tetapi ada hal yang lebih penting dalam suatu tim sepakbola; yaitu kerjasama tim, kesadaran akan tugasnya masing-masing dan saling pengertian antarpemain tim tersebut.
     Demikianlah apabila kita cermati dengan seksama bahwa komunikasi
efektif dalam tim pada hakekatnya adalah proses komunikasi yang efektif dalam berbagai dimensi organisai. Tim akan memberikan kontribusi yang besar terhadap organisasi apabila didukung oleh komunikasi yang efektif pada setiap elemen organisasi. Komunikasi tidak bisa efektif apabila tidak didukung oleh tim yang efektif.



BAB III
PENUTUP

        Dalam cabang olahraga, terutama cabang beregu terdapat dinamika tim yang terjadi antar anggota tim. Dinamika tim dapat diartikan adanya sebuah tingkah laku salah satu anggota sebuah tim yang dapat secara langsung mempengaruhi anggota yang lain secara timbal balik. Di dalam dinamika tim terdapat interaksi, interpedensi serta hubungan langsung antara anggota yang satu dengan yang lain yang akan saling mempengaruhi.
          Dalam olahraga sering kita kenal istilah tim. Tim adalah Sekelompok kecil orang dengan keterampilan yang saling melengkapi yang berkomitmen untuk maksud dan tujuan bersama (common purpose), menghasilkan tujuan-tujuan, dan pendekatan bersama dimana mereka mengikatkan diri dalam kebersamaan tanggung jawab (mutually accountable).


DAFTAR PUSTAKA